SAN FRANCISCO dan HANGZHOU, Tiongkok, 12 Maret 2026 /PRNewswire/ — Seiring kecerdasan buatan (AI) yang terus mengubah dunia digital melalui kemampuan kognitif dan generatif, kini muncul sebuah terobosan baru: Physical AI—sistem cerdas yang mampu memahami, menalar, dan bertindak di dunia fisik.
Hari ini, Bota meluncurkan SAION AI, platform Physical AI pertama untuk biomanufaktur.
SAION AI tidak hanya berfokus pada desain in silico (berbasiskan simulasi komputer). Platform ini merupakan rangkaian lengkap Physical AI yang mengintegrasikan kemampuan kognisi, orkestrasi, dan eksekusi dalam satu sistem melalui eksperimen terpadu. Dengan pendekatan ini, SAION AI dapat terus mengoptimalkan proses penemuan biologi dan biomanufaktur.
SAION AI dirancang dengan arsitektur tiga lapis: Kognisi, Orkestrasi, dan Eksekusi.
Didukung oleh model bahasa besar (large language model/LLM), platform ini menyatukan proses penalaran ilmiah dengan pelaksanaan eksperimen di dunia nyata. Arsitektur ini memperlancar koordinasi dari pemahaman sistem biologis hingga eksperimen laboratorium sehingga menciptakan siklus tertutup yang terus belajar dan mengoptimalkan proses biomanufaktur.
Kognisi: Pemahaman Biologis dalam Berbagai Skala
Lapisan Kognisi dibangun dengan data dari Cell2Cloud Biofoundry milik Bota, mengintegrasikan puluhan juta titik data eksperimen, jutaan publikasi ilmiah dan paten, serta berbagai basis data biologi publik. Dikombinasikan dengan model AI4Science, SAION AI mampu mengembangkan pemahaman biologis dalam berbagai skala, mulai dari gen, protein, sel, hingga proses fermentasi. Pendekatan ini memfasilitasi desain sistem biologis yang lebih sistematis dan pengambilan keputusan ilmiah berbasiskan data.
Orkestrasi: Koordinasi Riset Secara Cerdas
Lapisan Orkestrasi berpusat pada mesin orkestrasi Agen yang memanfaatkan kemampuan penalaran dari LLM untuk mengoordinasikan kolaborasi multiagen, penggunaan berbagai alat ilmiah, serta alur kerja penelitian secara menyeluruh.
Lapisan ini mampu memecah tujuan penelitian yang kompleks menjadi tugas-tugas terstruktur, serta mengintegrasikan 316 sarana ilmiah khusus sehingga mendukung alur kerja penelitian otomatis dengan kemampuan penanganan kesalahan (fault tolerance).
Eksekusi: Eksperimen Otomatis
Melalui Biological Protocol Language milik Bota, SAION AI dapat mengubah desain eksperimen menjadi instruksi standar yang langsung dijalankan oleh perangkat laboratorium. Data dari eksperimen nyata kemudian dikirim kembali ke lapisan Kognisi. Dengan demikian, model AI dapat terus diperbarui, serta meningkatkan kinerja penelitian dan pengembangan (R&D).
Kinerja di Dunia Nyata
SAION AI telah menunjukkan kinerja terdepan SOTA untuk berbagai tolok ukur AI di bidang ilmu hayati, membuktikan kemampuannya sebagai sistem AI Scientist.
Hasil utama yang dicapai antara lain:
- Pemahaman literatur ilmiah: 70,7% untuk LitQA + SuppQA, melampaui sejumlah model AI general-purpose terkemuka.
- Penalaran sekuens biologis: 88,2% untuk SeqQA saat mengerjakan tugas DNA, RNA, dan protein.
- Rekayasa genetika: 84,9% untuk tolok ukur pengeditan gen dan kloning.
- Penemuan ilmiah: 89,6% untuk tolok ukur BAIS-SD.
Validasi di dunia nyata menunjukkan, SAION AI secara otonom menyelesaikan seluruh proses penelitian—mulai dari tinjauan literatur hingga perakitan eksperimen laboratorium—dengan tingkat akurasi lebih dari 90%.
Menuju Biomanufaktur Otonom
Peluncuran SAION AI merupakan langkah penting menuju era baru biomanufaktur. Proses yang sebelumnya mengandalkan metode trial-and-error kini berkembang menjadi disiplin rekayasa cerdas, tepatnya ketika AI dan laboratorium fisik bekerja sama mempercepat penemuan ilmiah dan produksi dalam skala industri.
Narahubung: bota.pr@bota.bio















