PT Bukalapak Perkuat Posisi Bmoney Sebagai Pemimpin Bisnis dalam Industri Investasi Digital bagi Investor

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 5 Februari 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Bukalapak Tbk. (Dok. About.bukalapak.com)

PT Bukalapak Tbk. (Dok. About.bukalapak.com)

JAKARTA – PT Bukalapak Tbk (BUKA) memperkuat pilar bisnis melalui platform investasi Bmoney sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja perseroan ke depan.

Investasi digital merupakan salah satu pilar utama untuk mencapai pertumbuhan, serta akan berperan untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

Direktur Utama Bukalapak Willix Halim mengatakan sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Selasa (4/2/2025)

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami akan terus mendukung pengembangan Bmoney agar semakin inovatif dan memberikan manfaat bagi para investor,” ujar Willix​​​​​​​.

Sampai saat ini, Bmoney mencatatkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) senilai Rp2 triliun, dengan lebih dari 700.000 investor aktif.

CEO Bmoney Angganata Sebastian menyebut capaian itu berkat adanya kerja sama dengan mitra.

Seperti PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR), PT CGS International Sekuritas Indonesia dan Treasury.

“Dengan dukungan ekosistem yang kuat ini, kami memastikan bahwa seluruh portofolio investasi pengguna tetap aman dan stabil,” ujar Angganata

Ia menyampaikan pertumbuhan AUM yang meningkat lebih dari 20 kali lipat dalam tiga tahun terakhir telah berperan memperkuat pilar bisnis Bukalapak.

Pihaknya telah menyiapkan tiga inisiatif untuk mencapai profitabilitas yang berkelanjutan pada tahun 2025.

Diantaranya integrasi produk investasi, ekspansi wilayah, serta pengembangan segmen pasar.

“Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Bmoney sebagai pemimpin dalam industri investasi digital.”

“Dan menjadi platform pilihan para investor di Indonesia,” ujar Angganata.

Angganata menjelaskan Bmoney menawarkan akses ke berbagai instrumen investasi.

Diantaranya reksa dana, saham, dan obligasi, dengan modal investasi mulai dari Rp10.000 dan tanpa biaya transaksi untuk reksa dana.

Bmoney berada di bawah naungan PT Buka Investasi Bersama (BIB), yang merupakan perusahaan kolaborasi Bukalapak dan PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk.

Bmoney terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor izin Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) KEP-9/PM.21/2020 dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II (Mitra PPE Level II) 03/D.04/STTD/MPPPE/2022 terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).***

Artikel di atas, sebelumnya telah dipublikasikan media online Hutannews.com. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Arahnews.com dan Prabowonews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

 

Berita Terkait

Menggali Peluang Emas: Prospek Saham IPO di Tengah Dinamika Ekonomi 2026
Mengintip Pesta Cuan Emiten: Siapa Paling Moncer di Tengah Gejolak Ekonomi?
Mengintip Dapur Emiten: Mengapa Tata Kelola Jadi Mahkota Kepercayaan Investor
Mengintip Peluang dan Risiko di Balik Rencana Penambahan Modal Perusahaan
Musim Panen Dividen 2026: Strategi Cerdas Menyambut Durian Runtuh Investor
Mengurai Volatilitas IHSG: Siapa Untung, Siapa Buntung di Tengah Gejolak?
Mengurai Misteri Harga Saham: Antara Ketakutan dan Peluang di Tahun 2026
Mengurai Volatilitas Harga Saham: Antara Ketakutan dan Peluang Cuan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:03 WIB

Menggali Peluang Emas: Prospek Saham IPO di Tengah Dinamika Ekonomi 2026

Selasa, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Mengintip Pesta Cuan Emiten: Siapa Paling Moncer di Tengah Gejolak Ekonomi?

Sabtu, 5 September 2026 - 07:00 WIB

Mengintip Dapur Emiten: Mengapa Tata Kelola Jadi Mahkota Kepercayaan Investor

Kamis, 3 September 2026 - 07:02 WIB

Mengintip Peluang dan Risiko di Balik Rencana Penambahan Modal Perusahaan

Selasa, 1 September 2026 - 07:00 WIB

Musim Panen Dividen 2026: Strategi Cerdas Menyambut Durian Runtuh Investor

Berita Terbaru

Colin Hu, Vice President, Global Public Sector BU, Huawei

Pers Rilis

Huawei Luncurkan “Intelligent WAN White Paper in AI Era”

Kamis, 24 Sep 2026 - 01:24 WIB

MRG-B2100HR-1A

Pers Rilis

Casio Rayakan 30 Tahun MR-G dengan Jam Tangan Edisi Terbatas

Kamis, 24 Sep 2026 - 01:20 WIB