Pembaruan kurikulum yang progresif untuk membekali anak-anak agar mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, serta ikut membentuk teknologi — bukan sekadar menggunakannya
CAMBRIDGE, Inggris, 25 Februari 2026 /PRNewswire/ — Setelah literasi digital menjadi fokus utama dalam reformasi pendidikan di berbagai negara, Divisi Internasional Cambridge University Press & Assessment (Cambridge) hari ini mengumumkan transformasi besar kurikulum Cambridge Primary dan Lower Secondary Digital Literacy. Melalui pembaruan ini, Cambridge mengubah makna kesuksesan bagi generasi muda yang hidup di dunia kecerdasan buatan (AI).
Cambridge Primary and Lower Secondary Digital Literacy curricula goes beyond teaching children how to use technology
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirancang untuk pelajar usia 5–14 tahun, versi terbaru Cambridge Primary Digital Literacy dan Lower Secondary Digital Literacy tidak hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi. Kurikulum ini memupuk kedewasaan digital (digital maturity), serta membekali siswa dengan kemampuan menilai, berpikir kritis, serta rasa percaya diri untuk menentukan mengapa, kapan, dan bagaimana teknologi sebaiknya digunakan.
Kurikulum terbaru ini memberikan kerangka kerja yang jelas dan berorientasi masa depan bagi pihak sekolah. Dengan demikian, siswa tetap memiliki kendali di tengah perkembangan teknologi digital yang serba cepat. Materi baru mencakup keseimbangan antara kehidupan daring dan nyata (online wellbeing) hingga pentingnya kecerdasan manusia pada era AI. Selain itu, materi baru juga mengeksplorasi tantangan dan manfaat AI dalam kehidupan dan pendidikan pelajar. Fokus pembelajaran bergeser dari sekadar menguasai sarana tertentu menuju pengembangan keterampilan yang adaptif dan mudah diterapkan secara luas. Hal tersebut bertujuan agar siswa tidak hanya mampu menghadapi misinformasi dan risiko daring, namun juga berperan aktif membentuk teknologi yang memengaruhi pendidikan dan masa depan mereka.
Materi Baru
Kurikulum terkini mengeksplorasi peran AI dalam mendukung komunikasi multimoda untuk berbagai audiens dan platform, serta dialog terstruktur dengan sistem AI yang dapat memperdalam riset, penyelidikan, dan pemikiran kritis. Di saat yang sama, kurikulum tersebut memperkuat literasi media sekaligus memperkuat kepemilikan dan pemahaman pelajar atas karya yang dihasilkan.
Topik baru dalam kurikulum ini meliputi:
- Menjaga keselamatan dalam menggunakan teknologi daring dan perundungan siber — melindungi kondisi fisik dan emosional
- Membangun komunitas dan kolaborasi — menggunakan sarana digital dan AI
- Keandalan sumber informasi dan fenomena "echo chamber" — mengevaluasi informasi dari AI
- Tanggung jawab pribadi dalam penggunaan sarana digital dan AI
- Kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan — memahami perbedaan dan waktu penggunaan yang tepat
- Hubungan parasosial dan digital — memahami dampak personalnya
- Penyusunan hasil belajar dengan tetap menjadi penulis utama — seperti laporan dan presentasi
- Kesiapan menghadapi masa depan — mengevaluasi teknologi yang akan datang
Pembelajaran dalam Dunia Digital Saat Ini
Penulis kurikulum, Beverly Clarke MBE, mengatakan: "Tenaga pendidik harus membantu siswa berpikir secara mendalam dan kritis tentang AI serta hubungan mereka dengan AI. Kurikulum Cambridge yang telah direvisi ini membantu pihak sekolah berinteraksi dengan AI secara positif, proaktif, dan berdasarkan pemahaman yang tepat, dilengkapi materi yang sesuai usia untuk membangun kepercayaan diri, rasa ingin tahu, dan pola pikir kritis siswa di dunia yang semakin didukung AI."
Nadja Djordjevic, Guru Literasi Digital di Savremena osnovna škola, Beograd, Serbia, telah mempelajari versi terbaru kurikulum Lower Secondary, dan menyampaikan: "Saya sangat menghargai topik tentang risiko seperti meningkatnya plagiarisme akibat perkembangan AI, serta etika pribadi bagi untuk pembuat konten maupun pengembang AI. Hal-hal tersebut sangat penting dalam dunia kreatif —menempatkan AI sebagai sarana pendukung sekaligus menjaga keaslian dan ekspresi manusia."
Pengajaran dan Penilaian
Pihak sekolah dapat mengajarkan Literasi Digital sebagai mata pelajaran terpisah atau menyatukannya dalam mata pelajaran lain, sesuai pendekatan dan jadwal masing-masing sekolah. Misalnya, pihak sekolah dapat membandingkan manfaat berpikir dan bekerja secara matematis dengan penggunaan AI untuk meringankan beban kognitif.
Kurikulum ini tidak memiliki penilaian formal. Siswa menerima umpan balik formatif melalui diskusi dan observasi. Siswa harus membuktikan kepemilikan dan pemahaman atas hasil karya mereka, terutama ketika menggunakan AI dalam prosesnya.
Kurikulum ini tersedia gratis bagi sekolah terdaftar yang menawarkan Cambridge Primary dan Lower Secondary, dan siap digunakan segera. Informasi selengkapnya tersedia di laman Cambridge Primary Digital Literacy dan Lower Secondary Digital Literacy pada situs resmi Cambridge.












