Mining Industry Indonesia Fokus Menjadi Strategic Holding Industri Pertambangan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 2 Maret 2023 - 02:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi. (Dok. Humas Bank BJB)

Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi. (Dok. Humas Bank BJB)

INFOEMITEN.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mencatatkan laba sebelum pajak Rp2,8 triliun sepanjang tahun 2022, tumbuh 9,4 persen sedangkan setelah pajak tercatat sebesar Rp2,24 triliun tumbuh 11 persen dibanding 2021.

Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi dalam paparan Analyst Meeting Full Year 2022 di Bandung, Senin 27 Februari 2023, menuturkan Bank BJB mencatatkan kinerja solid di berbagai sektor bisnis.

Ia menyebutkan Non Performing Loan (NPL) alias rasio kredit bermasalah terjaga pada posisi 1,16 persen dengan coverage ratio pada posisi 124,3 persen.

Yuddy mengatakan kinerja bisnis Bank BJB didorong melalui penguasaan pasar yang kuat sejalan dengan semakin luasnya sektor industri yang pulih dari dampak pandemi COVID-19.

Ia mengungkapkan manajemen melakukan pengelolaan likuiditas secara terukur sehingga tekanan terhadap biaya dana dapat lebih terkendali.

“Berbagai terobosan yang kami lakukan merupakan perwujudan komitmen kami untuk senantiasa memperbaiki kualitas dan kinerja untuk memperkuat eksistensi kami di dunia perbankan,” kata Yuddy.

Ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2022, Bank BJB terus tumbuh positif meskipun situasi ekonomi masih berada dalam masa transisi pemulihan setelah pandemi COVID-19.

Menurut Yuddy, kinerja solid Bank BJB juga berkat hadirnya berbagai kebijakan positif di sektor keuangan dan perbankan, sehingga dapat membantu terciptanya iklim yang kondusif di 2022.

Dukungan seluruh pemegang saham, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang saham terbesar, membuat kinerja Bank BJB terus tumbuh positif sepanjang 2022.

Meski situasi ekonomi pada tahun ini akan dinamis, Yuddy optimistis kinerja Bank BJB akan semakin positif karena manajemen telah menyiapkan berbagai strategi bisnis yang sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat.

“Sesuai permintaan pemegang saham, Bank BJB akan selalu gesit untuk beradaptasi, yang sudah bagus kami tingkatkan, yang masih kurang kami perbaiki agar dapat memaksimalkan ekspektasi para pemangku kepentingan dan shareholder,” ujar Yuddy.

Dengan kinerja tersebut, tercatat total aset tumbuh 14,5 persen secara year on year menjadi Rp181,2 triliun.

Lebih lanjut Yuddy menjelaskan total aset Bank BJB tumbuh positif menjadi yang terbesar di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Selain itu, kredit Bank BJB juga terus tumbuh. Selama tahun 2022 Bank BJB mencatatkan pertumbuhan kredit 13,1 persen atau tercatat Rp115,8 triliun yang juga tumbuh di atas rata-rata industri perbankan.

Pertumbuhan kredit dimotori dari berbagai segmen mulai dari konsumer, korporasi dan komersial, UMKM, serta KPR.

“Fee Based Income Bank BJB naik, bersumber dari digital channel Bank BJB yang tumbuh positif. Jumlah Merchant QRIS dan pengguna Mobile Apps terus meningkat,” kata Yuddy.

Menurut Yuddy, ke depan, Bank BJB fokus mengembangkan pola banking secara hybrid karena melihat daring dan luring menjadi suatu kekuatan yang solid jika dijalankan secara bersamaan.

Bank BJB memiliki basis nasabah yang erat budayanya baik dengan transaksi di konter konvensional maupun nasabah yang menuntut digital experience melalui channel-channel elektronik.

Jaringan kantor fisik Bank BJB tersebar di 14 provinsi di Indonesia dengan layanan dapat mengakomodasi kebutuhan nasabah yang masih erat dengan layanan secara fisik seperti UMKM, pensiunan dan sebagian pangsa ASN.***

Berita Terkait

Presiden Jokowi Jelaskan Soal Rencana Perum Bulog akan Akuisisi Sumber-sumber Beras di Kamboja
Simon Aloysius Mantiri Sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, Ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir
Termasuk 9 Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer, 37 Perusahaan Antre Gelar IPO di Pasar Modal
PT Pertamina Patra Niaga Ungkap Alasan Wajibkan Warga untuk Gunakan KTP Saat Pembelian LPG 3 Kg
Badan Pangan Nasional Ungkap Produksi Jagung Tengah Melimpah, Bulog Diminta Serap Hasil Panen Petani
Profil Agus Projosasmito, Preskom AMMAN Group yang Masuk Jajaran Orang Terkaya RI Versi Media Forbes
Harga Bawang Merah Mengalami Kenaikan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Ungkap Alasannya
Indonesia Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis dalam World Water Forum ke-10 di Bali, Termasuk PLTA
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:29 WIB

Presiden Jokowi Jelaskan Soal Rencana Perum Bulog akan Akuisisi Sumber-sumber Beras di Kamboja

Senin, 10 Juni 2024 - 16:14 WIB

Simon Aloysius Mantiri Sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, Ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir

Selasa, 4 Juni 2024 - 07:57 WIB

Termasuk 9 Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer, 37 Perusahaan Antre Gelar IPO di Pasar Modal

Kamis, 30 Mei 2024 - 10:54 WIB

PT Pertamina Patra Niaga Ungkap Alasan Wajibkan Warga untuk Gunakan KTP Saat Pembelian LPG 3 Kg

Sabtu, 18 Mei 2024 - 06:50 WIB

Badan Pangan Nasional Ungkap Produksi Jagung Tengah Melimpah, Bulog Diminta Serap Hasil Panen Petani

Kamis, 9 Mei 2024 - 08:44 WIB

Profil Agus Projosasmito, Preskom AMMAN Group yang Masuk Jajaran Orang Terkaya RI Versi Media Forbes

Kamis, 25 April 2024 - 00:28 WIB

Harga Bawang Merah Mengalami Kenaikan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Ungkap Alasannya

Rabu, 24 April 2024 - 03:18 WIB

Indonesia Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis dalam World Water Forum ke-10 di Bali, Termasuk PLTA

Berita Terbaru