Pengembangan Bisnis Geothermal Terganjal Harga Jual Listrik yang Belum Sesuai Harapan Pengusaha

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 8 Maret 2023 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat energi panas bumi dan Dosen Teknik Energi Baru Terbarukan Universitas Darma Persada, Riki F Ibrahim. (Dok. Geodipa)

Pengamat energi panas bumi dan Dosen Teknik Energi Baru Terbarukan Universitas Darma Persada, Riki F Ibrahim. (Dok. Geodipa)

INFOEMITEN.COM – Pengamat energi panas bumi dan dosen Energi Terbarukan, Riki F Ibrahim menilai pengembangan bisnis energi panas bumi (geothermal) masih tergganjal persoalan harga jual listrik.

Selain itu juga akibat belum banyaknya Wilayah Kerja Penambangan (WKP) yang ditawarkan Pemerintah.

Pemerintah telah menetapkan harga jual listrik yang baru, yang dikeluarkan dalam bentuk Perpres 112/2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun pengusaha masih menghendaki harga jual listrik yang dianggap layak,” kata Riki yang juga Dosen Teknik Energi Baru Terbarukan Universitas Darma Persada itu.

Konten artikel ini dikutip dari media online Businesstoday.id, salah satu portal berita ekonomi dan bisnis terbaik di Indonesia.

“Pengusaha belum sepakat dengan harga listrik yang dikeluarkan dari Perpres 112 tahun 2022,” imbuh Riki, Rabu, 8 Maret 2023.

Jika persoalan harga listrik ini bisa disolusikan dengan insentip, Riki optimis prospek bisnis geothermal akan semakin menarik bagi investor/pengembang.

Penyebabnya banyak hal, seperti program pengeboran eksplorasi pemerintah yang sudah disiapkan oleh Kementerian ESDM yg masih lambat.

Padahal dari sisi pembiayaan, Kementerian Keuangan lewat PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan World Bank juga siap mendanai pengembangan proyek geothermal di Indonesia.

Tanggapan Pertamina Geothermal Energi (PGE) go public

Riki Ibrahim menyambut positip apabila berhasil meraup dana publik hingga Rp9 Triliun.

“Maka diperkirakan biaya itu dipergunakan sebagai pasokan steam yang memutarkan turbinnya selama 30 tahun,” kata Riki

Dia memperkirakan sekitar 100 sumur atau sekitar 1.000 MW akan dibuat PGE dari dana yang dihimpunnya itu.

Artinya, menurut Riki, pengembangan PLTP akan semakin pesat mengingat potensi Geothermal di Indonesia sangat besar seperti yang disampaikan Menteri BUMN Eric Thohir.

“Semua Wilayah Kerja Penambangan (WKP) di Indonesia dapat dikembangkan oleh PGE dan masyarakat akan bangga dengan pencapaian Net Zero Emission,” imbuh Riki.

Karena itu dia mengingatkan agar pengurus PGE dari level Komisaris, Direksi sampai para GM dan Manager pasti harus berintegritas dan professional.***

Berita Terkait

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Bagaimana Volatilitas CFD US100 dan S&P 500 Dapat Membuka Peluang Trading di Luar Pasar Saham
Dari Pilah Sampah ke Jaga Keanekaragaman Hayati, MSIG Indonesia Ajak Siswa Sekolah Dasar Jadi Agen Perubahan
Bangun Rumah? Jangan Lupakan Perlindungan dari Rayap Sejak Tahap Awal
Trading Langsung dari Browser, JustMarkets Hadirkan Web Terminal
Rekomendasi Thinwall Cup Injection Berkualitas Premium Terbaik untuk Usaha Minuman: Rahasia Brand “Sultan”
Anak Usaha PMUI Diminati Investor Global

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:54 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:48 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Bagaimana Volatilitas CFD US100 dan S&P 500 Dapat Membuka Peluang Trading di Luar Pasar Saham

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Dari Pilah Sampah ke Jaga Keanekaragaman Hayati, MSIG Indonesia Ajak Siswa Sekolah Dasar Jadi Agen Perubahan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:39 WIB

Bangun Rumah? Jangan Lupakan Perlindungan dari Rayap Sejak Tahap Awal

Berita Terbaru

CGTN launches News Pal, an AI-powered news companion

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB