Jumlah Emiten Baru di Bursa Efek Mencapai 24 Emiten Hingga 31 Maret Tàhun 2023

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 4 April 2023 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung OJK. (Dok. Ojk.go.id)

Gedung OJK. (Dok. Ojk.go.id)

INFOEMITEN.COM – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyebut dana yang terhimpun melalui pasar modal tercatat sebesar Rp54,24 triliun hingga 31 Maret 2023 dengan jumlah emiten baru mencapai sebanyak 24 emiten.

“Di pipeline, masih terdapat 107 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp123,83 triliun,” kata Inarno dalam konferensi pers daring, Senin.

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terdapat 16 penyelenggara SCF yang telah mendapatkan izin OJK, dengan 376 penerbit, 145.908 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp817,68 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tren pertumbuhan jumlah investor juga terus berlanjut dengan jumlah investor pasar modal mencapai 10,76 juta investor per 30 Maret 2023,” katanya.

Konten artikel ini dikutip dari media online Infoekonomi.com, salah satu portal berita terbaik di Indonesia.

Sejak 1 Januari sampai 31 Maret 2023, Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,66 persen, tapi masih mencatat inflow dari investor non-resident sebesar Rp6,62 triliun.

Sementara itu, di pasar obligasi, indeks ICBI menguat 2,44 persen secara year to date (ytd) ke level 353,19.

Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar investor non-resident tercatat sebesar Rp384,04 miliar secara month to date (mtd) dan Rp292,02 miliar secara ytd.

Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), per 30 Maret 2023 non-resident baik secara mtd maupun ytd mencatatkan inflow sebesar Rp11,98 triliun dan sebesar Rp54,11 triliun.

“Adapun rata-rata yield SBN pada seluruh tenor secara mtd turun sebesar 4,34 bps dan secara ytd menurun sebesar 13,92 bps,” katanya.

Lebih lanjut, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana per 30 Maret 2023 tercatat sebesar Rp502,8 triliun atau menurun 0,64 persen (mtd) dengan investor reksa dana membukukan net redemption sebesar Rp4,44 triliun (mtd).

“Secara ytd, NAB reksa dana terkontraksi 0,41 persen dan mencatatkan net redemption sebesar Rp2,86 triliun,” katanya.***

Berita Terkait

Musim Panen Dividen 2026: Strategi Cerdas Meraup Keuntungan Optimal
Buka-bukaan Bursa: Mengapa Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Investor
Mengintip Dapur Emiten: Aroma Laba di Tengah Gejolak Ekonomi 2026
Berburu Cuan Dividen: Mengintip Jadwal Emas dari Perusahaan Pilihan
Mengintip Dapur Emiten: Angka Keuangan dan Dampaknya pada Gaya Hidup Kita
Mengintip Dapur Emiten: Mengapa Tata Kelola Jadi Mahkota Investasi?
Menggenggam Cuan Dividen: Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Penting Ini
Modal Segar: Membuka Peluang Baru di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Musim Panen Dividen 2026: Strategi Cerdas Meraup Keuntungan Optimal

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Buka-bukaan Bursa: Mengapa Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Investor

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Mengintip Dapur Emiten: Aroma Laba di Tengah Gejolak Ekonomi 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Berburu Cuan Dividen: Mengintip Jadwal Emas dari Perusahaan Pilihan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Mengintip Dapur Emiten: Angka Keuangan dan Dampaknya pada Gaya Hidup Kita

Berita Terbaru